Kontributor

Senin, 19 Februari 2018

Is that You?

Kamu kalo doa apakah merasakan hal yang sama:
Ketika mata kamu merem terus damai sekali seperti kamu sangat nyaman sampai enggan membuka mata?
Ketika kedua tanganmu terkatup lalu gak bisa berhenti?
Kamu merasa sesuatu yang hangat mengalir dalam darahmu sampai ke jantung?
Atau kamu merinding saat menyebut namaNya? (Apalagi kalo diruang adorasi, terasa sekali)
Aku sering bertanya, "Tuhanku, apakah Engkau hadir?"
.
Kamu yang "peka" merasa ada yang datang hadir, terutama ketika Romo mengangkat hosti tiap ekaristi... tapi mata kamu gak bisa lihat "itu" dengan mudah... 
Kalo aku pribadi yang pernah diijinkan Tuhan untuk melihat roh yang lain ada yang gelap bahkan pekat, ada yang sedikit bercahaya (semacam kayak gas pengisi lampu neon) dan itu melihat bukan pakai mata langsung kayak aku bisa melihat wajah orang, aku mampu mendeskripsikannya meskipun ketika melihat seperti ada sesuatu yang menghalangi (dari kecil sampai dibawa ke suster trus di doakan karena sering bikin aku rewel)... 
Yang datang ketika Ekaristi, gak mudah terlihat... Itu terang banget... Belum tentu mata orang kuat...aku hanya bisa merasakan ...
Pengalaman2 itu kadang membuatku bertanya,, Tuhan, benarkah Tuhan ada disini,  saat itu bersamaku ?  Kalau iya seperti jawaban yang ku dapat dari seseorang, kenapa Tuhan hadir padahal aku bukan orang yang sangat religius, bahkan orang yang sangat religius hidupnya sekelas guru agama yang sempat ku kenal pun gak merasakan semua itu ketika berdoa? :-|  Tuhan memang misterius 

Minggu, 18 Februari 2018

I am watercolorist and pastelist, kelihatannya keren, tapi jangan ingin menjadi saya kalau gak sanggup!!

Saya bukanlah lulusan sekolah seni, tapi saya watercolorist dan pastelist... Dan sudah terbukti bisa menuangkan ide ke karya dengan media itu... Cuma belum diberi kesempatan Tuhan untuk pameran.. (insya Allah kalo masuk nominasi event, *dan kalopun masuk nominasi belum tentu sanggup bayar*)
.
Berapa tahun saya belajar? Jangan dikira kayak bikin kopi sachetan, yes... setahun, dua tahun tuh gak cukup, sayang....
Kalo nggambar sejak balita diajarin Bapak dari bikin yang sederhana kayak becak, sepeda... tapi pertama saya memegang kuas dan cat air SD kelas 3, saya melukis hutan, pepohonan,, vakum karena nilai matematika jeblok dan butuh les matematika lebih banyak... Kemudian les matematika itu ternyata membosankan sekali, jadi saya bawa pastel yang lebih mudah digunakan tanpa air di kelas... Mulai pakai watercolor lagi waktu awal kuliah...
Siapa mentoring saya? Masa pembentukan awal ada Bapak yang selalu kasih tips,, buku2 desainnya Ibu (beliau sebenarnya lulusan desain busana).. dan keluarga yang notabene punya kemampuan visual secara genetika (nah lihat gambarnya adek gue , gen nya emang visual spasial dari sono)... Kemudian dalam perjalanan hidup saya berkenalan dengan banyak orang...
Sampai sekarang, biar kata ada yg bilang udah bagus, saya tetap merasa belum mencapai titik sempurna...
Ada yang bilang ke saya begini : semua orang bisa sekolah kedokteran, belajar banyak tentang ilmu kedokteran, tapi gak semua bisa benar2 menjadi dokter,, passion tidak akan bisa dibohongi...
Tetapi ada juga yang passionnya besar, kemampuan titik maksimalnya gak bisa naik ke atas...
Manusia itu dikasih talenta yg porsinya beda2... (Talenta : keseimbangan antara passion dengan kemampuan) Kembangkanlah talenta yang memiliki porsi yang tertinggi,, Bukan sekedar ingin karena biar kelihatan keren...
Kemudian yang terakhir, saya bikin blog baru yang isinya tutorial dan tips watercolor,, untuk kalian yang belajar di rumah... Hanya saja kalo ini gak sama di buku teori seni rupa , ya karena saya menuliskan berdasarkan pemgalaman :-)

Beauty in the Beast

Aku ingin pergi, ke tempat paling ujung di dunia..
Aku ingin pergi, ke tempat yang tak ada orang disana....
Dimanakah impianku? Masih adakah yang tersisa?
Biar ku bangun sendiri dengan tanganku, bata bata ini hingga menjadi istana...
Aku akan melukis seorang diri di menaranya
Atau menanami kebunnya dengan berbagai macam bunga...
Kemudian aku juga akan bermain biola tiap malam...
Melody czardas yang ku suka...
Dan tikus2lah yang berdansa di hall..
.
Aku tak ingin seorangpun mendekat, kecuali kucing2 kelaparan yang meminta makanan...
Biar ku tanam sekalian semak duri di sekelilingnya...
Menjauhlah dariku...

Jumat, 16 Februari 2018

16.02.2018

Kamu tahu? Srikandi ada karena sumpah seorang wanita yang mati karena cinta... Di jantungnya tertancap panah seorang resi... (Meskipun aku suka dengan kesetiaan Bisma, tetapi soal ceritanya dengan Amba, aku harus bilang "bodoh")
Kelak ruh wanita itu berinkarnasi menjadi srikandi... Dia akan mengangkat busurnya lebih perkasa, dan membawa pria itu dekat dengan ajal....
Ku pikir cerita ini hanya penggambaran bahwa wanita itu selalu punya tekad yang kuat, dan keinginan yang besar... Itu kemudian menjelma menjadi tindakan yang konsisten (baca : perjuangan)....
Aku tak ingin menceritakan tentang sumpah menyumpahi orang... Beberapa perempuan yang sakit hati mengucapkan sumpah... Aku berusaha gak nyumpahin orang,, hanya ada satu yang ku sumpahin mati.... Lainnya enggak... Lah daripada nyumpahin orang, mending tiap disakitin berdoa yang baik untuk diri sendiri tho?... Misalnya aja, "gapapa, kamu nyakitin saya,, tapi besok hal yang bahagia datang lebih banyak"...
.
Wanita itu unik, berapa kalipun dia menanggung sebuah masalah, mereka akan jauh lebih kuat...

Kamis, 15 Februari 2018

Orang "gila" yang bermain keyboard mati

Di pojok ruang adorasi gereja, ada keyboard nganggur...
Dari awal aku tergelitik ingin memainkannya, mumpung sepi... Tapi ku tahan hasrat itu...
Lama kelamaan aku gak tahan, aku mendekati dan jari jariku menyentuhnya... Aku mengingat ingat melodi yang pernah ku mainkan -dan satu satunya yang bisa ku mainkan- judulnya Romance de Amour...
.
Oh ya, keyboard ini gak aku nyalakan dulu... Di pintu ruang doa, ada tulisan "harap menjaga ketenangan" (tapi gak ada tulisan dilarang pegang2 keyboard hihihi)..
Aku memainkannya dengan berimajinasi mendengarkan suaranya dari hati.... Wkwkwkwk... Mereka benar, aku pasti sudah gila.... Jadi gitu deh, habis doa,, aku main keyboard ala aku
.
Bertahun2 yang lalu aku pernah memainkan melodi itu dengan piano yang menyala dan berfungsi dengan baik, dihadapan seorang musikus yang kemudian bertanya padaku, "kayaknya gak mungkin deh, tapi kog kamu bisa?"
"Imajinasi,, aku gak pernah latihan piano secara rutin, aku gak punya piano juga, meski bapakku pernah belikan aku sejenis keyboard kecil pesen dari malaysia, aku main ala kadarnya anak2... Tapi ketika aku SMP, aku diam2 memperhatikan temanku yang punya piano dari balik jendela rumahnya... Lalu aku berusaha merekam gerakan tangannya dengan mataku... Di rumah aku punya pianika,, aku coba sendiri mengingat semuanya yang ku lihat lalu melakukannya dengan pianikaku"
Kemarin ada kesempatan untuk belajar piano, tapi bagiku sudah cukup satu saja yang ku bisa... Cukup bisa main "romance de amor"
Berbeda dengan watercolor, aku benar2 ingin mengeksplorasi hingga habis tuntas, semua sudut ku kupas...

Senin, 12 Februari 2018

Tuhan, dia siapa?

Lelaki itu berambut gondrong, mendatangiku dalam mimpi kemarin malam...

Aku bersumpah tak mengenalnya, bahkan di dunia nyata tak pernah bertemu dengannya... tapi heran aku merasa tidak asing dengan sosoknya...

Di mimpi itu aku sedang asik melukis sesuatu -entah dimana-... lalu dia membawa banyak kuas di tangannya dengan berbagai ukuran...

Dan kuas yang dia bawa selain bagus juga bersih semua... aku takjub dan berkata, "kuasmu lengkap dan bersih seperti baru"

Lelaki itu tak memandangku sama sekali, dan dia melihat ke kuas2nya, sambil menjawab, "bukan soal banyak kuasnya, bukan soal juga kuas bersih atau baru,, yang terpenting pakailah kuas yang ketika kamu memegang kuas itu kamu fokus" *suaranya yang kalem itu juga gak asing*

Lelaki gondrong itu menghilang dengan ajaib *cling* aku tersentak kaget, ku pandangi botol air mineral yang ku potong untuk tempat kuas... Kuas2ku kotor seperti layaknya kuas para pelukis (gaada yang bersih)
Aku ambil satu, kusapukan air dan  cat ku ke watercolorpadku... Ku lihat air menggenang makin banyak, padahal tadinya sedikit, dan gak bisa kering... Hingga merusak lukisanku di sisi yang lain di wacopad...
Aku terbangun karena mendengar alarm... Ditengah antara sadar dan tidak, aku berpikir, siapakah dia? Apa maksudnya?
.
Dan aku baru ingat aku tertidur ketika meditasi malam... Sebelum meditasi aku berdoa seperti yang dulu diajarkan seorang "sesepuh"  di awal aku mau berangkat ke salatiga waktu awal2 jadi mahasiswa baru (doanya masih ke Yesus kok) hanya saja isi doa itu rahasia, aku gak boleh mengatakannya pada orang lain..

Ikut Tuhan...

Kalo kamu disuruh memilih 2 hal yang sama2 berharga di hidupmu, kamu memilih yang mana?
Aku gak bisa memilih salah satu,,
.
Jadi ku biarkan diriku menghilang dari peredaran...
Sementara di ruang sunyi, aku berdoa dan terus berdoa, biar Tuhan yang memilihkan untukku... Karena aku gak tahu mana yang terbaik diantara keduanya...
"Tuhan ambil kemerdekaanku, kehendak bebasku, dan biarkan Kau saja yang memilih untukku,, mana yang paling baik diantara yang baik... Tuhan yang paling mengetahui juga kemampuanku : Karena keduanya pilihan yang baik, maka keduanya pun memiliki konsekuensi dan tanggung jawab untuk menjalaninya'
Kali ini aku diam, aku hanya ingin mendengarkan...