Kontributor

Selasa, 22 Januari 2019

Ikut diklat design grafis setara D1

Sebenarnya aku ga punya masalah apa2 di pekerjaanku yg sekarang sebagai staff finance... Tapi aku mikir tiap hari ngerjain hal2 yang berkaitan dengan keuangan ga ada progress tapi soal nggambar dan bikin miniatur kertas progressku cepet banget... Padahal komunitas nya belajar nggambar model sebulan sekali doang...
Jadi aku tahu potensiku dimana yg harus dikembangin.. Aku ingin belajar di bidang desain grafis terutama utk illustrator nya...
Dan akhirnya aku pilih sebuah lembaga profesi di surabaya yang akreditasinya A, yg bagus banget setahun gitu dapet materi grafis kayak photoshop, coreldraw, illustrator dan sketchup... Nah entar aku lihat kemampuanku disitu, kalo makin baik aku akan ambil S1 DKV atau seni rupa.. Ya lumayan mumpung aku di Surabaya.. Udah dapet info kalo di Univ. PGRI Adhibuana tuh ada program kelas karyawan utk jurusan pend. Seni rupa... Asseeekkk... 😜
.
Aku seneng banget lhoo di Surabaya, pemkotnya memfasilitasi pendidikan penduduknya.. Mau belajar komputer di tiap kelurahan ada BLUC sesinya dari pagi sampe malem.. Jadi buat ibu rumah tangga, atau pekerja bisa ikutan.. Cuma gak semua kelurahan ada sesi V (18.30-21.00).. And you know?? Gratiiiisss!!!
Mau belajar bahasa asing gratis juga ada rumah bahasa.. Ada banyak kelas bahasa yg bisa diikuti.. Satu program 3 bulan.. Adikku ikut bahasa mandarin hari minggu besok...
Pokoknya mantap lah di Surabaya ini... 😁

Kamis, 17 Januari 2019

Soerabaja, 2019

Kesibukanku disini lumayan.. Aku ikut di 2 komunitas lukis,, yang satu watercolor, dan yang satu livedraw...
Progressku juga lebih banyak...
Dan ternyata di kota bonek ini bagus banget perkembangan seninya.. Semua terfasilitasi bahkan kabarnya sewa galeri punya pemerintah gratis lho.. Dana hibah juga lebih banyak...
Dan orang2nya lebih terbuka,, ga ada yg saling jelek2in karya orang..
Paham bahwa masing2 punya karakter dari karya.. 😇
Misalnya aku dibilang bukan realis tapi seni dekoratif.. Udah beberapa senior yg bilang gini...
Kan aku jadi makin pede dan makin semangat berkarya 😇😇😇
.
Lihat aja di IGku.. Aku malah jarang posting di blog seni.. Wkwkwkwk

Sabtu, 13 Oktober 2018

Bersyukur aja

Aku bersyukur karena Tuhan memelihara aku dalam perjalanan dan ketika aku terpuruk.. Terimakasih Tuhan..
Aku tahu bahwa keputusan sekolah waktu itu gak fair, tapi aku masih bisa menikmati kemurahan Tuhan,, tanpa harus mengemis belas kasihan orang...
Dengan sisa gaji dan tabunganku, aku mencoba melamar ke berbagai tempat.. Dan tahu? Ini kayak keajaiban..
Aku sempat ke wonogiri karena diterima di sebuah perusahaan PMA, aku tinggal di kos2an eh begitu mau bayar, ibu yg punya kos malah bilang, gak usah bayar, gratis aja... Padahal aku udah maksa2 buat bayar,, dan diberi makan juga disana...
Aku sempat ke solo, karena dapat panggilan di lippo (lolos psikotes)... Eh selama aku disana numpang di kosnya teman, dan dia baik banget,, aku dikasih makan, padahal aku mau bayar sendiri... Dan sebagainya...
Seolah Tuhan mau menghiburku atau menunjukkanku bahwa aku gak sendiri... Aku disepanjang perjalanan bertemu orang2 baik, sampai saat ini... Terimakasih, Tuhan..
Saat aku di Surabaya dapat pekerjaan, ku dengar kondisi sekolah semakin gak kondusif...
Gak manusiawi, guru harus ikut seminar dari pagi sampai sore, tanpa diberi makan siang padahal ada yg hamil... Gila?!
Saat aku posting tentang "bullying antar sesama guru" eh mungkin guru sejarah malu gitu, sekarang dia gak stalking IG storyku lagi...

Jumat, 03 Agustus 2018

Pindah dari Semarang

Bye Semarang... Situasi makin gak kondusif di sekolahan... Masa waka sarpra aja bilang kinerjaku makin bagus, bisa menghantarkan anak juara harapan 3 lomba melukis (sebelumnya sekolah blm pernah)... Mendadak seminggu sebelum kontrak habis gw dipanggil kepsek, suruh mundur :v
Yasudahlah... Toh ditempat lain aku lebih di hargai #menghiburdiri...
Anehnya ketika aku out, rekan2 guru malah nraktir aku... Ada yg peluk aku smp nangis, ada juga yang kasih ucapan selamat.. Selamat yakk disini kamu gak akan berkembang, di tempat lain pasti lebih baik *amiiinn*
Lain mungkin dengan duo serigala eh duo nyai di kurikulum, pasti seneng banget...
Yaelah gaji kagak seberapa aja ngapain dibuat "rayahan" saling menjatuhkan satu sama lain... Koplaaakk...
Puji Tuhan aku tetep happy kog.. Justru aku seneng, entah kenapa (meskipun tetap menyayangkan cara mereka)
Now days aku dimana? Masih di planet bumi yang jelas... Gak harus semua orang tahu aku dimana...
.
Thank's to mas Senna yang sempat menjadikan aku model fotografi nya di bulan terakhir aku berada di Semarang... Lain kali kalo pilih model yang langsingan dikit lah biar yg ngelike banyak wkwkwkwkwk (pasti dia bakal jawab " Cuma elu Nung, cewek yg kagak rewel gue ajak hunting foto di alam" ah dasar kumis Jojon, gegara jadi modelnya itu berat gw turun..)

Sabtu, 28 April 2018

Kristus simbol humanisme

Ketika Yesus bersabda "kasihilah sesamamu manusia....."
Sebenarnya Dia sedang mengajarkan kita untuk memperlakukan manusia selayaknya manusia...
Tapi kita sering gak sadar soal ini...

Senin, 23 April 2018

Berdamai dengan keadaan : mendewasakam diri

Dari jendela lantai tujuh aku melihat pantai... Aku merenung, gimana perasaan Yesus, keadaan ego Yesus ketika disalib?

Harusnya sih, kalo itu bukan Yesus, pasti dah ngomong "ni orang2 kagak tau apa, gue ini keturunan raja Daud, kog malah diperlakukan tidak manusiawi"

Karena itu Yesus, maka Dia bilang, " Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan"

Mengapa dalam hidup manusia, Allah mengijinkan hal buruk terjadi? Mengapa Allah mengijinkan manusia tersakiti? Bahkan kepada seorang Ayub, hambanya yang setia...
Iblis menguji, Allah membiarkan, hanya Ia berpesan, jangan sampai hilang nyawaNya...
Begitulah mengapa semua hal itu terjadi, namun jangan khawatir, sebab jika kita ikhlas menjalani, Tuhan menyiapkan sesuatu yang indah bagi kita.
Dari aku kecil, yang ku inginkan hanyalah kedamaian, itu sebabnya aku suka biru, lambang damai seperti langit yang cerah...
Jika hidupku itu berat, aku masih bisa bersyukur karena aku masih bernafas, ujian hidup ini tidak membunuhku, belum game over.. Beberapa waktu yang lalu (udah lama sih) ketika aku berdoa, aku di keadaan sangat konsentrasi dan menyatu dengan doa, entah apa namanya, rasanya aku damai sekali dan ku lihat tanganNya terulur padaku, lalu aku mendengar "ikutlah Aku", berhari2 aku mendengar suara itu terus... Dan aku takut, aku menjawab " kalau aku ikut Kamu, apakah aku akan lebih menderita? Tidak cukupkah semua ini" :(
Aku inget, itu terjadi sebelum peristiwa  aku diminta bantuan untuk pelepasan setan yang nempel di badan temanku.
Berkata ikut Tuhan memang gampang, yang berat mengikutiNya secara nyata,, tetapi beberapa peristiwa setelahnya, aku akhirnya berani menjawab " Ya, Tuhan.. Kemanapun Kau mau, aku akan ikut"
Seorang yang punya kelebihan berkata padaku, (ini adalah orang yang kesekian yang bilang) "kamu diberi Tuhan karunia, dan kamu cukup peka, Tuhan mau kamu jadi pelayanNya"
"Tapi bagaimana caranya, aku gak tahu harus mulai dari mana?" T_T
Dan dia bilang, aku harus berdoa, belajarlah mencintai Tuhan... Baiklah, mulai sekarang ditengah kesibukkanku aku harus belajar mencintai Tuhan dengan baik...

Hanya ingin mengampuni

Aku tahu, aku harus mencintai Tuhan, lrbih dari apapun, artinya prioritasku hanya Tuhan...
Aku juga ingin seperti Tuhan yang mengampuni : seseorang yg membuatku menderita, sahabatku, dan dia yang ngatain aku adalah perusak hidup orang...
.
Coba kalo anakmu besok dikatain perusak hidup orang,piye perasaanmu? Begitu juga perasaan ibuku saat aku katakan padanya. Kalo kamu baca ini, minta maaflah ke ibuku..
Wong iki ora paham "labelling" yo maaf nek tak unekke "bodoh", padahal guru gak boleh melakukan labeling....
.
Tuhan membiarkan 3 orang (baca: pencobaan) ini masuk ke hidupku untuk mengujiku....