Kontributor

Rabu, 17 Agustus 2011

Merdeka (?)

kata orang, hari ini, hari kemerdekaan....
tapi, apa bedanya dengan hari hari biasa??
aku tak melihatnya, selain daripada upacara bendera di kantor kantor, sekolah, dan kampus...
memang, benarkah kita benar benar sudah merdeka??
aku tak merasakannya....
bagiku hari sama saja....
bagiku, 1 bulan yang lalu, 1 tahun yang lalu, 1 hari yang lalu, 1 minggu yang lalu, sama saja, berlalu dengan mudah tanpa ada yang berubah....
kemerdekaan itu milik siapa??
mungkin kita merdeka dari penjajah, tetapi tidak merdeka dari bangsa sendiri....
kemerdekaan hanya bagi sekelompok orang2 tertentu....
selamat hari merdeka bagi yang merayakannya....!!!!

Jumat, 22 Juli 2011

fenomena aneh dunia pendidikan

mungkin kita sudah mendengar beberap kasus seperti yang terjadi beberapa waktu,
ada orang tua murid yang mau jujur, dari kasus menyontek masal sampai mengkritik kebijakan administrasi sekolah...
tapi, apa yang terjadi, bagaimana para pendidik menyikapinya???
diluar dugaan, mereka yang katanya orang orang berpendidikan tidak mau merendahkan hatinya, bahkan memperlakukan orang tua murid dan murid tersebut dengan tidak sebaiknya.....
kenapa????? takut kebobrokannya terbongkar???
katanya sih, ilmu itu didapat secara objektif, ilmu itu jujur dan tidak memihak.... seorang guru harus menjunjung tinggi ebuah keobjektifan dengan kerendahan hati....
Heiiii para guru, dimana dedikasi tinggi anda???
dimanakah hati anda utuk mengabdi??? apakah sudah saatnya gelar " pahlawan tanpa tanda jasa" itu diubah????

Senin, 04 Juli 2011

menggugat para pendidik

kelas seakan menjadi kota mati
mati, tanpa gairah, tanpa semangat
kami hanya diberi soal soal test yang kami sendiri tak mengerti
mendidik ternyata susah
lebih dari pada sekedar mengajar
lebih dari transfer ilmu
seandainya hubungan antara pengajar dan pembelajar lebih dekat
kami belajar lebih dari sekedar ilmu
belajar arti hidup dari hati ke hati....
para guru, inilah gugatan kami, para penuntut ilmu....

Sabtu, 25 Juni 2011

francais

Comment allez-vous?
je m'appelles alberta Vincentia Novita

je suis uny etudiant
 j'ai vingt ans

Selasa, 21 Juni 2011

setitik kecil

Biarkan air ini mengalir mengikuti alur sungai,
Walau banyak bebatuan, mungkin kan sakit...
Tapi aku ingin tahu muara itu apa....

Harusnya aku berjalan, bukan berlari...
Harusnya aku mengikuti, bukan mendahului...
Haruskah aku salahkan diriku yang terlalu berani...
Aku ini siapa?
Keangkuhan telah membutakan mataku...
Aku harus sadar, aku ini kecil dan dunia itu luas

Setitik kecil,
Salatiga, 24 Feburari 2011

Angin #1

Angin...
Aku tidak tuli,
tapi tak mendengar suara apapun...
Aku tidak bisu,
tapi tak mengucap sepatah katapun...
Aku tidak cacat,
tapi tak bergerak sama sekali....
Hanya keheningan,
dan ku tutup mataku rapat – rapat...
Mencoba dengan naluriku,
merasakan hembusan angin musim ini
Yang memainkan tiap helaian rambutku....

Tiap berganti musim,
Maka berganti angin,
Namun aku selalu rindu merasakan angin,
Yang membuaiku hingga terlelap...

Tapi musim bisa salah,
Bisa datang terlalu cepat
Bisa sangat lama dalam penantian....

Angin....
Tidaklah salah merindukannya
Hanya jangan terkelabui oleh musim,
Oleh sebab angin bisa hadir
Saat apapun musimnya...

Seandainya, angin itu bisa ku genggam,
Tentu aku tak mau melepasnya...
Tapi angin datang dan pergi,
Aku hanya ingin satu angin,
Yang tak peduli dengan musim2 itu...

Hanya ada satu angin yang bahkan
Tak peduli dengan musim apa yang akan ada untukmu...
Hanya saja angin itu
Tidak bisa di dapat dari jerih payah,
Dia akan ada bila diyakini
Untuk ada hadirnya....

aku selalu menanti angin itu datang...
angin yang takkan pergi lagi,
dan sayup2 dia membisikan kata yang tlah lama tak ku dengar
dan juga membuaiku dalam kenyamanan yang tak ingin ku lepas...

siapapun orangnya
sama sepertimu,
merindukan angin dambaannya...

Udara # 1

Paskah 2011
Aku berjalan dalam pekatnya malam,
Ketika aku merasakan hembusan angin,
Yang pernah kuhirup kembali muncul...
Hanya sesaat, namun aku bersyukur...
Udara itu masih ada dan terasa....
Dan sadar udara itu tak bisa ku genggam...
Udara itu energi murni dari kepakan sayap seorang malaikat,
Yang pernah mengajak aku terbang menantang langit...
Dengan senyuman, ku hembuskan seluruh udara dari paru – paruku
Hingga tercipta sebuah kekosongan
Tanpa oksigen, aku berjalan kembali,
TANPA SEBUAH NAFAS