Kontributor

Selasa, 06 Maret 2018

Teka teki dari 4 angka yang dikatakannya padaku

"Di samudera galaksi lepas aku duduk diantara dua bintang, sepuluh tahun sejak kedatangan malaikat yang pertama. 
Sementara tujuh penjaga langit kan tertunduk lesu, usai menenun dari ekor2 komet yang kusut...
Phoenix datang menyeberangi gugusan bintang...
Di hadapanku sepasang anak kembar dengan rambut terurai berlarian mengejar kepiting di atas debu debu kosmik..."

#Note : belum tentu semua itu benar akan terjadi,
tapi ya atau tidak aku tak peduli,
kalo ya ya aku makin bahagia,
kalo tidak ya terimakasih sudah menghiburku

Minggu, 04 Maret 2018

Terimakasih atas perjumpaan dan refleksinya

Di akhir pekan ini, aku memutuskan untuk melakukan perjalanan ke tempat yang hening bersama dengan 3 orang rekanku...
Aku ingin merenung dan berdiskusi dengan mereka terutama Frater (gue doain panggilannya )
.
Gw : bagaimana caranya kita tahu kehendak Tuhan?
Fr : Ya tanya dong, kalo kamu gak nanya gimana kamu bisa tahu...
Ciyus aku baru denger jawaban ini dari dia... Sebelumnya kalo aku nanya sama orang, dijawab kalo kehendak Tuhan tuh ya aku jadi guru... Selama ini aku bertanya: itu kata manusia atau kata Tuhan... Apakah kata Tuhan adalah suara mayoritas?
.
Yang kedua aku belajar banyak hal semuanya aku tulis di diary saja....
Point pentingnya aku jadi semakin mengerti... Kalo hidup manusia sejatinya milik Sang Pencipta... 
Sepulang dari tempat itu... Berulang kali aku mengulangi kalimat "aku ini milik Tuhan, bukan milik siapapun" sambil duduk bersila...
.
Aku milik Tuhan,
Aku bukan milikku sendiri,
Bukan milik orang tuaku juga...

Jadi hal jahat apapun takkan pernah bisa mengikat aku...

Selasa, 27 Februari 2018

Confession (masa prapaskah) # renungan

Tiap tahun kita mengaku dosa 2 kali,, kita memohon ampunan, tapi apakah kita sudah mengampuni? mengampuni kesalahan orang lain itu sulit...
kayak film pendek ini
nonton ini tuh nangis,,
tahun lalu Marine dalam kesulitan dan minta aku membantu dia,, dia minta maaf padaku... tapi boro - boro mengatakan sesuatu, aku bahkan memalingkan mukaku.
Ibunya juga sampai datang ke rumahku, tapi aku sama sekali gak peduli... aku diliputi kemarahan dan dendam....
Semoga sabtu besok, tempat yang aku datangi beserta keheningannya bisa membuat aku merenung kembali dan membawa hatiku damai , membuat aku bisa menjadi pribadi pengampun sepertiNya. :)
.
Yang jelas aku sudah diijinkan masuk hutan sama ibuk :)

Minggu, 25 Februari 2018

Terpujilah Tuhan!!

Aku ingat seorang paman kerabatku yang kesaktiannya terkenal sampai ke seluruh pulau jawa, menerawang aku... Hebat beliau bisa tahu skripsi aku yang dicoret2 dosen dibagian mana aja, tanpa aku tunjukkan...
Beliau menatapku lama dan bilang, "rejekimu, akan mengalir sangat lancar apabila kamu rukun dengan keluarga. Jagalah kerukunan itu, buanglah egomu... Hubunganmu dengan keluarga, itu akan mempengaruhi seluruh rejeki yang akan kamu terima kelak"
Itulah mengapa kalo aku punya uang, ku prioritaskan menyenangkan Ibu dan adek2, meski cuma beliin jajan,, meski aku baru bisa beliin ibu syal dan baju....
Aku berusaha untuk mengontrol emosuku di rumah... Puji Tuhan emang berkat mengalir selalu ada...
Nah sekarang soal something, Seseorang yang punya linuwih tadi bilang sesuatuh... Dan aku sangat bahagia karenanya... Ya kalo baik diaminin aja...
Emang dia bilang apa?
Rahasia,,, :p aku tulis aja di buku diary...
Tapi disaat bersamaan aku harus melakukan sesuatu : doa st. Mikhael dan rosario plus puasa full senin - kamis seperti dulu... Heddeehh ini soal roh dunia lain yang harus ku tuntaskan... Ya gara2 meditasi itu, aku jadi melihat sesuatu... -_-
Mungkin ini tugasku di dunia seperti kata guru agama itu.. dia selalu menyuruhku melatih kepekaan batin, tapi aku gak mau dan kabur.. hiiihh makin jelas makin serem kog... Pokoknya aku hanya berdoa, tidak utk melihat yang macam2...
Sedangkan bulan depan aku dan kawan2 merencanakan sebuah misi, semoga disana aku berhasil menemukan sebuah jawaban...

Sabtu, 24 Februari 2018

Gimana rasanya dijodohkan?

Menurut pengalaman gue bertahun2 silam: pertama syok! Kemudian kamu akan merenung : kog secepat itu?, karena diusia 20an aku masih ingin bermain, dalam artian aku masih suka manjat pepohonan belakang kampus trus ngelemparin dewi dan Ndut (temen gue) pake buah karsem atau jambu *macam monyet saja*,, masih suka melanglangbuana (ecieehh) diboncengin cahya pake vespanya, masih suka bobok dikamar citra sambil nguyel2 dia, masih suka godain meita dan masih suka berantem sama yessy...
Kemudian kamu akan bersedih, karena merasa apakah kamu terlalu membebani orangtua dari segi ekonomi,, sampai2 mau dikasihkan ke orang?
Kedua merasa terhormat, karena keluarganya memintaku artinya aku dianggap pilihan yang baik... Bahkan disaat ini pun ketika laki2 itu sudah menikah dengan orang lain, keluarganya masih menyayangiku... Mereka bilang, "kog dia gak sama kamu aja sih, kan secara kamu lebih baik dari istrinya, kamu lebih ini, lebih itu" (buseet dibanding2in)
Aku paling jawab, "pilihan Tuhan yang terbaik,, belum tentu aku sama dia bisa rukun seperti keluarga kecilnya sekarang" namanya juga bukan jodoh, ya mau gimana lagi?

Rasa yang tak bisa ku pahami saat ini #IJP

Manusia jatuh cinta berkali - kali di hidupnya, tapi yang terdalam hanya 2kali...
Yang pertama first love, dan yang kedua cintanya setelah proses pendewasaan...
Tanyakan kepada seluruh wanita di muka bumi ini, kepada siapa mereka memberikan cinta pertamanya,, mereka pasti ingat,, meskipun tak selalu berakhir bahagia... Cinta pertama itu membawa kenangan yang bisa menjadi "obat" yang dibuka ketika mereka bersedih karena patah hati kemudian...
.
Kamu? Aku belum bisa memastikan ini jenis apa,, tapi aku belum bisa melupakanmu meski aku memblokir semua sosmedmu dan menghapus aplikasi WA ku... 
Tiap kali berdoa, aku tak pernah lupa menyisipkan doa untukmu juga untuk kesehatanmu dan kebahagiaanmu.. Padahal aku juga terluka karena sikapmu... Kenapa, aku juga gak tahu? Salahkah aku?
Tapi aku cuma ingin ikut alurNya saja, aku gak ingin egois maksain apa yang aku mau,, aku ingin Tuhan saja yang memaksaku ikut kemauanNya,, Tuhan lebih tahu mana yang terbaik.... Tuhan juga yang paling tahu sejauh mana kemampuan kita, anak2Nya...
Aku juga berdoa kalau seandainya kita masih diberi kesempatan... Kalo enggak, juga gapapa,, setidaknya aku bisa lihat kamu bahagia, dari jauh... Tanpa rasa iri, sakit hati atau gimana2...
.
Aku serius gak berharap apa2, kalau kamu benci aku, dan menganggapku kekanak2an, aku juga gapapa...
Harus dengan cara apa lagi biar rasa ini hilang? Menginggat semua keburukkanmu pun sudah ku lakukan, tapi gak berhasil... 
Blokir sosmedmu, eh kamu datang ke tiap mimpiku...
Sial 😑....
Bunuh aku aja deh, mas....

Jumat, 23 Februari 2018

Perpisahan (hiiikkss)

Aku heran, aku kehilangan 2 orang di awal tahun... Yang satu mutusin gue... Jd sengaja aku hindari (mantan, karena aku masih punya rasa, aku takut kalo syok aja mendadak dia punya seseorang disaat aku belum move on, mending ku blokir kan) dan yang satu sobatku, Rossi.... Dia akan terbang ke pulau lain... Hiks...
*Diatas adalah lettering yang kubuat waktu piket*
Aku ragu "apakah aku bisa bertahan walau sendirian?",
Padahal di Tahun ini aku menerima kebahagiaan : aku bebas!!!,, ibuku menikah, dan bapak tiriku sudah tahu semua tentang aku...
Ibuku sampai sekarang menyesalkan kenapa kog aku diancam gak bilang ke siapa2... Lha memang siapa bu? Marine, dia mah sahabat abal2... Aku waktu itu pindah kos juga gara2 dia kog... Aku berantem terus sama dia karena dia menggunakan uang kos nya untuk beliin jaket pacarnya, dan malah kabur ke rumah cowok ( A)itu sementara ibu kos nyari dia sampai aku yg diinterogasi...
Dia sahabat yang waktu itu diam2 nikung Raka!!!
Ibu waktu itu lagi banyak pikiran krn bapak sakit, aku takut menyusahkan....
Ibu waktu itu bilang, "ngerti ngono, nduk... Kowe tak kon mandek kuliah wae... Aku rapopo  kowe ra neruske kuliah... Sing penting kowe aman, nduk" itu kalimat yang paling ku ingat dari ibu sambil memelukku ( dan semua pisuhannya ke orang itu yang gak akan aku sebutkan disini)
Padahal juga aku ngerasa makin dekat dengan keluargaku.... Makin erat... Tapi kog aku malah ditinggal Rossi? Setelah sekian tahun aku gak percaya lagi yang namanya sahabat akrab...
Aneh padahal aku sering nasehatin salah seorang Teman (S)kalo entar dia pasti bakal diberi Tuhan seseorang yang tetap ada, dan gak akan pernah pergi dari hidupnya (setelah dia sedih kehilangan seseorang)tapi kini aku yang sedih sendiri gara2 kehilangan seseorang...