Kontributor

Kamis, 24 Mei 2012

menulis dengan Alter ego


Alter ego (Bahasa Latin, "aku yang lain") merupakan diri kedua yang dipercaya berbeda daripada orang kebanyakan atau kepribadian yang sebenarnya. Istilah ini dipakai pada awal abad kesembilan belas ketika gangguan pemecahan kepribadian pertama kali dijelaskan oleh psikolog[1]. Seseorang yang memiliki Alter ego dikatakan menjalani kehidupan ganda.
Sebuah makna yang berbeda dari Alter ego dapat ditemukan dalam analisis sastra, yang pengambaran karakter dalam karya-karya berbeda yang secara psikologis mirip, atau karakter fiktif yang perilakunya, ucapan, atau pikiran sengaja mewakili penulis[2] atau dengan jenis penampilan lain.
Keberadaan "diri yang lain" telah pertama kali dikenali di tahun 1730-anAnton Mesmer menggunakan hipnotis untuk memisahkan Alter ego. Percobaan ini menunjukkan pola perilaku berbeda dari kepribadian individu dalam keadaan sadar dibandingkan saat terhipnotis. Karakter lain dikembangkan dalam kesadaran yang berubah tapi dalam tubuh yang sama[3].
Alter ego juga digunakan untuk merujuk perilaku berbeda setiap orang yang ditampilkan dalam keadaan tertentu. Konsep terkait termasuk avatardoppelgängerpeniru, dan kepribadian ganda.
para penulis biasa mengembangkan imajinasinya juga dari alter ego. dengan alter ego pula seseorang dapat merasa keluar dari masalah walaupun sebenarnya tidak.
saya, dalam menulis kadang juga mengeluarkan alter ego saya,,,
seperti misalkan :
Namaku Novalito Rahmadi, aku seorang laki - laki dengan banyak teman wanita. aku senang membantu mereka dalam hal apapun. kenapa? karena ada hal - hal yang tidak dapat dilakukan wanita dan ada hal yang tidak dapat dilakukan laki - laki.itulah mengapa kita harus saling membantu. Bagiku, wanita adalah keindahan. wanita yang paling ku cinta adalah ibu dan kedua adik perempuanku.

aku senang dekat mereka, teman - temanku. tapi dari sekian banyak wanita, hanya seorang yang mampu membuatku tak dapat berkata - kata lagi. Meirina namanya. dia adalah gadis cantik di kelas sebelah, sewaktu aku SMA dulu. ah, mendengar namanya saja sudah membuatku tersenyum - senyum. begitu indah hingga mawar - mawar di kebun sekolah tak lagi menyita perhatianku. dan aku yang biasanya sangat serius membaca buku di sudut perpustakaan memalingkan pandanganku sejenak.

kau tahu bagaimana kami bertemu. semua adalah kejutan Tuhan di hari itu, saat aku hendak kembali ke kelas, dari perpustakaan, dan kami berpapasan........ dia terburu - buru. ternyata dia akan membolos latihan vokal. hmmm,, lucu dan nakal.... saat semua anak perempuan sangat ingin dipilih untuk anggota paduan suara, dia malah kabur...... buat aku dia memang berbeda dari lainnya..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar