Kontributor

Rabu, 30 Mei 2012

Syair untuk Bung Karno


#1
Putra lahir menyongsong Surya,
Pemutus rantai – rantai kolonialisme
membawa kebebasan,
Bertarung maut dengan suara nuraninya,
Dari orang – orang yang berada di kakinya,,

Dia lahir membawa terang,
Dari perbudakan modern,
Dia ditinggikan….

Sabdanya api,
Membakar sanubari perlawanan,
Imperialisme lawannya,
Kolonialisme jadi musuh utama,

Membawa tekad,
Sang Garuda perkasa,
Lepaslah terbang tinggi diangkasa….





#2
Tahun 1965

Umurku telah lanjut,
Kursiku mulai lapuk,,,

Anakku mulai bisa berjalan,,
Anak yang dahulu aku perjuangkan…

Kini mulai bisa merengek,,
Anakku, lupakah engkau??
Perjuangan mencapai stagnasi…

Ku nyanyikan lagu kita dahulu,
“Nasakom bersatu”
Kubisikkan dalam lelapmu,
“Revolusi belum berakhir”

Lalu ku lihat dimatamu,
Aku tahu itu,
Kau mulai bosan denganku,,,,
Ku katakan padamu,
Janganlah satu tubuh saling mendengki…
Ku teriakan padamu,
“Hei, sudah jangan saling berkelahi”
Tapi engkau berlalu pergi,
“ Anakku kembali…..”
Tak mau tahu,
Ulu hati makin nyeri…..

#3
Fajar kini beranjak malam,,
Tanpa aku sadar,
Matahari kan terbenam,
Belum kuselesaikan hari…

Belum ku tepati revolusi….

Garuda itu telah ku bawa terbang,
Namun hinggap kembali,,
Memang kini lebih tinggi,,

Aku kini seonggok daging,
Kan habis dikerumuni,
Lalu hilang,
Juga kenangan tentangku….
by : Alberta Novita, salatiga 20 Mei 2012


#4
Harus ku katakan apa??
Anakku telah lupa bapaknya….
Dia tentu lebih perkasa,
Minum susu import…
Produk asing….
Tentu ia lebih pintar,
Hasil adopsi budaya barat….
Dan sederet titel dibelakang namanya…
Bapakmu bukan apa – apa,,
Dan harus berkata apa?....
by : Alberta Novita, salatiga 20 Mei 2012

#5
Lama menunggu mati,
Aku terlanjur terluka hati,
Tak ada waktu membela diri…

Percuma, percuma sudah….
Tak ada yang peduli,,
Akupun lelah dengan semua ini….

Saat – saat terakhir,,,
Ah, Hatta….
Kau rupanya,,,
Tetap dengan senyummu itu…
Kau rangkul aku, sahabat….

Mega,
Teguhkan hatimu seperti aku,
Untuk diriku,
Hantarlah aku dengan senyummu…

Akupun ingin tersenyum pada dunia,,
Dunia yang ku besarkan,
Hampir menghapus aku,

Dan mencatat sejarah yang baru…..
Ku harap esok lebih baik…..
by : Alberta Novita, salatiga 20 Mei 2012


#6
Hei Rezim baru,
Tanganmu telalu kotor…

Telah kau potong lidahku,
Lidah yang dulu,
Pernah berseru juga untukmu

Kata terakhirku,
Aku ingin bertemu sahabatku,
Petani di priangan….
Tempat hatiku bersatu,
Dengan Marhaenisme
Maka tempat tubuhku pula…

Tapi tak kau kuburkan aku di sana….

Kau tempatkan tubuhku,
dipusara terasing,
apa beda hidupku kemarin?...
by : Alberta Novita, salatiga 20 Mei 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar